Posted in Education

STEPS OF SCIENTIFIC RESEARCH


Langkah-Langkah dalam Penelitian Ilmiah

1.  Memilih topik atau masalah dan perumusan judul penelitian

2.  Perumusan masalah penelitian

3.  Penyusunan kerangka teoritik penelitian

4.  Merumuskan hipotesis

5.  Menentukan variable penelitian

6.  Menentukan populasi dan sampel

7.  Menetapkan metode pengumpulan data

8.  Menyusun instrument pengumpulan data (INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA)

9.  Strategi pelaksanaan pengumpulan data

  1. Strategi pengolahan data
  2. Menetapkan metode analisis data
  3. Menyajikan dan menganalisis data
  4. Mendiskusikan hasil analisis data
  5. Menyusun laporan penelitian

 

Langkah 1

Memilih Topik dan Perumusan Judul Penelitian

Topik adalah aspek atau bagian pokok dari bidang ilmu yang menjadi obyek penelitian yang di dalamnya mengandung sesuatu yang tidak sesuai antara teori ilmu tersebut dengan praktek di lapangan.

Judul penelitian harus dapat menggambarkan obyek studi, sifat, ruang lingkup dan metodologi yang digunakan, misalnya:

Judul                   : pelaksanaan pendidikan agama di SMU di…

Obyek                : pendidikan agama di pendidikan formal yaitu SMU

Sifat                    : deskriptif atau korelatif

Ruang lingkup     : pendidikan, murid, manajemen PBM, dan amaliah agama

Metodologi         : survey atau studi korelasi

 

Langkah 2

Perumusan Masalah Penelitian

Masalah penelitian berada pada kesenjangan antara fakta, fenomena, atau peristiwa (DAS SEIN) dengan teori (DAS SOLLEN). Teori tidak sama dengan praktek. Penelitian berusaha untuk mencari jawab atau menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi.

Masalah dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu:

Masalah Deskriptif, yaitu bila kejadian itu belum jelas, belum bisa digambarkan atau dilukiskan dengan gamblang fenomenanya seperti apa adanya.

Masalah Fungsional, yaitu bila kejadian penyimpangan itu diduga berkaitan dengan berfungsi tidaknya suatu organisme lembaga tersebut, misalnya fungsi: kepala sekolah, dewan guru, BP3, dan sebagainya.

Masalah Korelatif, yaitu bila munculnya fenomena itu berkaitan dengan ada tidaknya hubungan antara dua faktor atau variable atau lebih.

Masalah Kausal, yaitu bila adanya fenomena itu adalah hasil dari proses sebab akibat.

 

Adapun perumusannya bisa dalam bentuk:

Pertanyaan (what, who, when, where, why, and how)

Pernyataan (bahwa ini begini, itu begitu)

 

 

 

Langkah 3

Penyusunan Kerangka Teoritik Penelitian

Kerangka teoritik disusun berdasarkan teri-teori dari ilmu terkait, yang salah satu topiknya sedang kita teliti. Kerangka teoritik sangat penting untuk pedoman dalam menentukan konsep, variable, indikator, jenis data dan ruang lingkup penelitian serta pedoman memilih metode penelitian yang tepat. Kerangka teoritik akan menjelaskan bagaimana hubungan antar konsep, antar variable menurut teori itu, sehingga peneliti bisa menelusuri proses terjadinya fenomena atau peristiwa yang sedang diteliti, kemudian mencari berbagai alternative jawaban mengapa fenomena itu bisa terjadi. Misalnya: bagaimana proses anak bisa menjadi: nakal, pengguna narkoba, agresif, dan sebagainya.

 

Langkah 4

Mrumuskan Hipotesis Penelitian

Hasil kajian teoritik pada langkah ketiga, tentang hubungan antar konsep dan antar variable, peneliti bisa menduga-duga mengapa fenomena atau peristiwa itu bisa terjadi. Dugaan itu dirumuskan dalam bentuk hipotesis. Hipotesis dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan yang menghubungkan dua atau lebih konsep atau variable yang dapat diuji dengan data empiris. Oleh karena itu, diterima atau ditolaknya hipotesis tergantung didukung data empiris atau tidak.

Hipotesis ada dua macam, yaitu:

  1. Hipotesis alternative, yaitu hipotesis yang dinyatakan seperti apa yang diduganya, seperti: ada pengaruh X terhadap Y.
  2. Hipotesis Nol, yaitu hipotesis yang dinyatakan kebalikan dari hipotesis alternative, seperti: tidak ada pengaruh (Nol) X terhadap Y.

 

Langkah 5

Menentukan Variabel Penelitian

A           da tiga hal yang terkait dengan variable penelitian, yaitu: konsep, variable dan indicator. Konsep adalah abstraksi dari fenomena yang dirumuskan berdasarkan cirri-ciri khusus dari fenomena itu dari hasil observasi di lapangan. Konsep-konsep yang sudah ada umunya telah diberi nama tertentu, sehingga kalau nama itu disebut orang telah bisa mengerti apa maksudnya, seperti: murid, pendidik, sekolah, dan sebagainya. Varibel ialah segala sesuatu yang menunjukkan adanya variasi (bukan hanya satu macam), baik bentuknya, besarnya, kualitasnya, nilainya, warnanya, dan sebagainya. Seperti variabel murid, maka ada variasinya yaitu: ada murid SD, SLTP, SLTA. Murid SD jug bervariasi, ada murid kelas 1, kelas 2, dan sebagainya. Indicator adalah tanda-tanda khusus yang dimiliki oleh masing-masing variable, sehingga berbeda dengan variable lainnya. Misalnya: cirri-ciri murid SD berbeda dengan cirri-ciri murid SLTP.

 

Macam-macam variable adalah sebagai berikut:

  1. Variable Terikat (dependent variable) adalah variabel respon atau output, atau sesuatu yang  muncul akibat suatu stimulus.
  2. Variabel Bebas (Independent variable) adalah variable yang diduga sebagai sebab munculnya variable terikat.
  3. Variable Moderator (moderate Variable) adalah sebuah tipe khusus variable bebas yang dipilih untuk menentukan apakah variable tersebut mempengaruhi hubungan antara dependent variable dan Independent variable.
  4. Variabel Kontrol (control variable) adalah factor-faktor yang dikontrol atau dinetralkan pengaruhnya pada hubungan dependent variable dan Independent variable.
  5. Variable Antara (intervening variable) adalah factor yang secara teoritik mempunyai pengaruh terhadap variable terikat tapi tidak dapat dimanipulasi.

 

Contoh: Variable apa saja yang berpengaruh pada tingkat keterampilan.

Dependent Variable = tingkat keterampilan

Independent Variable = jumlah latihan

Moderate Variable = jenis kelamin

Control Variable = IQ

Intervening Variable = belajar.

 

Pengukuran (measurement) adalah prosedur penetapan angka (skala pengukuran) yang mewakili atribut yang dimiliki oleh variable. Ada empat macam skala pengukuran yaitu:

  1. Skala nominal, yaitu rentangan angka hanya berfungsi untuk menunjukkan kategori secara terpisah (deskrit)
  2. Skala ordinal, yaitu rentangan angka selain menunjukkan kategori, juga menunjukkan jenjang.
  3. Skala interval, yaitu sama dengan skala ordinal, hanya mempunyai jarak rentangan atau perbedaan kuantitas yang sama antara dua jenjang yang berturutan.
  4. Skala rasio, yaitu sama dengan skala interval, hanya dia mempunyai angka nol mutlak.

 

Langka 6

Penentuan Sampel

Sampel ialah sebagian dari anggota populasi yang diteliti secara mendalam sebagai wakil populasi.

Teknik sampling yaitu teknik yang digunakan untuk mengambil sampel agar terjamin representasinya terhadap populasi.

Macam-macam teknik sampling yaitu:

  1. Random ampling
  2. Proportional Sampling
  3. Stratified Sampling
  4. Purpsive Sampling
  5. Quota Sampling
  6. Double Sampling
  7. Area Probability Sampling
  8. Cluster Sampling

Note:

Besarnya sampel yang diambil tergantung pada heteroginisis populasi. Makin heterogin makin banyak, sebab sampel harus mewakili seluruh variasi dari anggota populasi.

 

Langkah 7

Menetapkan Metode Engumpulan Data

Setelah ditentukan jenis data, indicator, dan sumber data, maka metode pengumpulan data dipilih yang paling cocok. Bila jenis data berupa sesuatu yang bisa langsung diamati dengan panca indera, maka digunakan metode observsi.

Bila jenis datanya berupa gejala bersifat umum dan jumlahnya besar, maka digunakan metodee angket.

Bila jenis datanya berupa gejala yang bersifat individual atau rahasia pribadi, maka metode interview yang digunakan.

Bila jenis data memerlukan pengukuran yang cermat, maka metode tes yang digunakan atau eksperimen.

 

Langkah 8

Menyususn Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpul data ialah alat yang digunakan untuk mengali atau mengambil data dari sumber data. Masing-masing metode mempunyai instrument pengumpul data sendiri.

Instrumen pengumpulan data terdiri dari:

–          Metode Observasi:   cek list (daftar cek), ratting scale, anecdotal record, slide, film, tape recorder, had camp, dan sebagainya.

–          Metode Interview:  pedoman interview.

–          Metode Angket: daftar pertanyaan tertulis yang disodorkan pada responden

–          Metode tes: daftar soal tes, baik tulis mauun lisan.

 

 

 

Langkah 9

Strategi Pelaksanaan Pengumpulan Data

Setelah langkah 1-8 selesai dikerjakan, maka tiba saatnya untuk terjun ke lapangan untukmengumpulkan data.

Ada dua prosedur yng harus ditempuh:

  1. Prosedur administrasi  yaitu mengurus surat-surat izin yang diperlukan .
  2. Prosedur metodologis yaitu membawa perlengkapan penelitian yang diperlukan seperti Instrumen Pengumpulan Data, surat izin penelitian dan sebagainya, serta  mempersiapkan obyek dan sumber data.

Langkah yang harus dilalui antara lain:

Mengenalkan diri dan menjelaskan tujuan penelitian pada key people dan memohon izinnya.

Menetapkan sampel yang akan diteliti dihadapan key people

Mengunjungi atau menemui responden yang menjadi sampel dan meminta kesediaannya untuk memberi  informasi.

Membuat janji kapan angket dapat diambil dan lain-lain.

 

Langkah 10

Strategi Pengolahan Data

Setelah seluruh data terkumpul, sebelum meninggalkan lapangan (apalagi lokasinya jauh), maka dilakukan :

Ceking data yaitu memeriksa seluruh Instrumen Pengumpulan Data apakah sudah terisi lengkap dan betul cara mengisinya.

Editing data yaitu memeriksa jawaban Instrumen Pengumpulan Data apakah sudah jelas tulisannya, maksudnya, ejaannya dan lain-lain.

Langkah berikutnya, bisa dikerjakan dirumah, ialah coding dan tabulating.

Coding yaitu member kode-kode menurut jenis datanya.

Tabulating yaitu memasukkan data kedalam table-tabel tertentu menurut kebutuhan analisis.

Langkah berikutnya ialah menguji validitas dan reliabilitas data.

Data siap untuk dianalisis.

 

Langkah 11

Menetapkan Metode Analisis Data

Ada dua macam analisis, yaitu:

Analisis kualitatif, anaisis yang berupa uraian, penjelasan, pemaknaan, penafsiran dan sebagainya, tanpa menggunakan statistic. Metodenya bisa : deduksi, induksi, atau refleksi dan komparasi.

Analisis kuantitatif, analisis statistic, metodenya bisa: mode, mean, median, percentile, chi kwadrat, product moment dan sebagainya. Sesuai dengan data dan tujua yang hendak dicapai.

 

Langkah 12

Menyajikan dan Menganalisis Data

Ada dua macam kelompok data yang harus kita dapatkan dari lapangan, yaitu data latar belakang objek dan data untuk dianalisis.

data latar belakang objek yaitu data yang dapat menggambarkan keadaan dimana fenomena yang kita teliti terjadi. Data ini disajikan dibawah judul latar belakang obyek pada bab laporan  hasil penelitian.

data untuk dianalisis yaitu data yang berkaitan dengan masalah yang kita teliti dan disajikan dalam uraian deskriptif (untuk data kwalitatif) atau dalam bentuk tabel tunggal atau table silang (untuk data kuantitatif), sesuai dengan metode analisis yang kita gunakan.

Data ii disajikan dibawah judul penyajian dan analisis data pada bab laporan hasil penelitian. Penyajiannya urut per masalah dan hipotesis yang akan diuji signifikansinya lengkap dengan proses analisisnya.

 

Langkah 13

Mendiskusikan Hasil Temuan dan Menyimpulkan Hasilnya

Temuan dari hasil analisis data didiskusikan dengan jalan, membandingkan, menafsirkan, memaknai temuan tersebut dengan teori yang terkait dengan penelitian kita, apakah mendukung teori atau menolaknya. Baik menerima atau menolak teori, inilah yang menjadi kesimpulan penelitian kita.

Dukungan pada teori, bemanfaat untuk memperkuat atau untuk  mengembangkan teori tersebut. Sedangkan penolakan terhadap teori, bisa berguna untuk menemukan teori yang baru dan menggantian teori lama yang sudah using.

 

Langkah 14

Menyusun Laporan Penelitian

Setelah langkah 1-13 selesai dilakukan, sampai pada langkah terakhir penelitian yaitu menyusun laporan yaitu melaporkan segala kegiatan dan hasil temuan dalam format laporan tertentu.

Format laporan mengikuti pedoman penulisan yang dibuat oleh lembaga terkait (universitas, institut atau sekolah tinggi)

 

Isi laporan pada umumnya memuat:

Bab I pendahuluan

Bab II Kerangka teori

Bab III metodologi penelitian

Bab IV Laporan Hasil Penelitian, memuat:

  1. Latar belakang obyek
  2. Penyajian dan analisis data

Bab V pembahasan hasil temuan

Bab VI Kesimpulan dan saran-saran.

Penulis:

HR Practitioner II Trainer II Hypnotherapist II Penggiat Warung Kopi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s