Posted in Health & Nutrition

Kasus Phobia dan Modifikasi perilakunya


Fobia adalah ketakutan pada sesuatu sangat yang berlebihan dan lepas kendali.

Dalam video yang telah diputar diperlihatkan macam-macam fobia dan cara penanganannya antara lain:

 

  1. Danny adalah seorang anak laki-laki yang mengalami fobia pada anjing baik anjing kecil maupun anjing besar, setiap ke sekolah dia minta diantar oleh ibunya karena kaerena tempat Denny ke sekolah melawati rumah orang yang memilki anjing. Denny tidak hanya takut pada anjing tapi suara anjing pun membuat detak jantung Denny  meningkat. Ini bermula ketika Danny msih kecil dan berada dikereta dorong Danny dilompati seekor anjing walaupun tidak digigit tapi ini membuat Danny mengalami Fobia yang luar biasa pada anjing.  Hal ini membuat ibu Denny kawatir dan mengkonsul tasikan pada therapis.

Dalam kasus ini yang pertama dilakukan adalah mengukur denyut jantung Danny, sebelum Danny diperlihatkan pada seekor anjing denyut jantungnya normal, setelah itu Danny diperlihatkan pada seekor anjing yang diikat tapi jaraknya lumayan dekat, dengan seketika denyut jantung Danny pun berdetak kencang dari pada sebelumnya, ketika anjing itu tidak diperlihatkan lagi pada Danny denyut jantungnya pun kembalinormal seprti awal.

Pada pertemuan berikutnya Denny diajak kelapangan tempat anjing dilatih, pertamanya Denny sangat merasa tegang dan memegang tangan tertapis kemudian sang terapis meyakinkan pada Danny, bahwa anjing tidak akan menggitnya Denny lumayan tenang dan berani berdiri sendiri tanpa pegangan tangan sang terapis.

Pertemuan berikutnya terapis membawa Denny untuk lebih dekat dengan seekor anjing, Denny ditanya seberapa tingkat takutnya pada anjing antara 1-5, Danny menjawab 5, kemdian sang terapis memberi pengertiandan meyakinnkan Danny lagi kemudian Danny mau lebih dekat dengan anjing tersebut walaupun belum mau menyentuh, kemudian terapis menanyakan lagi berapa sekarang tingkat ketakutan Danny pada anjing, Danny menjawab 3, sang terapis kembali memberi pengertian danmeyakinkan Danny sampai akhirnya Danny berani memegang anjing, tidak hanya itu Danny juga berani bermain dengan anjing.

 

  1. Kasus kedua yaitu kasus fobia ketinggian yang dialami oleh seekor ajing kecil, pemilik anjing merasa bermasalah ketika anjingnya tidak mau kalau di ajak naikke suatu ketinggian, kemudian pemilik anjing mengkonsultasikan hal tersebut pada seorang terapis.

Pada hari pertama anjing diajak naik ketempat yang tinggi awalnya sianjing tidak tapi sang terapi tidak menghiraukan dan memaksa dengan pelan ketika anjing itu mulai mau naik pada anak tangga pertama sang terapis memberi pujian pada anjing tersebut, begitu seterusnya sehingg anjing mau diajak jalan melalui jembatan gantung

 

  1. Kasus ketiga yaitu seorang wanita yang memiliki fobia takut menyetir kendaraan sendiri, dia takut kalu terjadi kecelakaan yang nanti akan merenggut nyawa keluarganya, dia selalu menghindari yang berhubungan dengan kendaraan dan menyetir, sampai dia hanya berlibur di piggiran kota saja.

Pada kasus ini, terapis menerapkan terapi yang menghubungkan antara apa yang kita lihat dengan apa yang kita rasakan, yaitu Eye Movement Desensitisation (EMDR). Di awal pertemuan pasien diminta untuk menggerakan matanya sesuai dengan lambaian tangan orang lain/ terapis. Hal ini dilakukan beberapa menit secara berulang-ulang, tujuan dari langkah ini adalah untuk membuat mata pasien sigap dan waspada dengan gerakan yang muncul dari orang lain serta berusaha mengurangi ketakutannya sedikit demi sedikit, hari berikutnya pasien diperlihatkan pada kereta api yang sedang berjalan dan juga diajak ke jalan raya untuk mellihat dan mendengar mobil-mobil yang berjalan. Setelah itu kemudian pasien diminta mengendarai sendiri kendaraannya beberapa kali, hingga akhirnya pasien mampu mengendalikan rasa takutnya dan berhasil mengendarai kendaraan sendiri tanpa perlu takut lagi..

 

  1. Kasus berikutnya adalah terjadi Diane Lindblad dia seorang perempuan yang mengalami fobia terbang, dia takut terjadi kecelakaan pada saat naik pesawat, sampai tidak pulang ketika ada familinya yang sakit karena rumahnya jauh dan harus naik untuk sampai di sana, sampai saudara-saudara mengirim surat meminta dan memaksa dia untuk pulang, sehingga Diane Lindblad memberanikan diri untuk mengikuti latihan terbang. Pada awalnya Diane Lindblad merasa sangat ketakutan dan tidak berani membuka mata dia sangat khawatir dan mebayangkan akan terjadi sesuatu, tapi para terapis meyakinkan bahwa tidak akan terjadi apa-apa. Dan akhirnyapun penerbangan selesai dan Diane Linblad berhasil menangani fobianya tersebut.

 

  1. Kasus selanjutnya terjadi pada Trevor dia mengalmi fobia pada ketinggian takut jatuh yang nantinya akan merenggut nyawanya sebelum waktunya. Pada suatu ketika anaknya meminta naik helicopter bersama, Trevor bingung gimana caranya padahal dia sangat takut pada ketinggian,selain itu  pekerjaannya kadang menuntut untuk naik pada ketinggian dan dia selalu menghindar.

Trevor disarankan untuk medatangi tempat kusus terapi di Jerman yang bernama Flooding. Pelaksanaan terapi ini dilakukan dengan cara justru berusaha menghadapkan klien sebanyak-banyaknya dengan permasalahannya/ objek yang menjadi ketakutannya, karena terapi ini meyakini bahwa pengobatan fobia adalah berhadapan dengan masalahnya.

Penulis:

HR Practitioner II Trainer II Hypnotherapist II Penggiat Warung Kopi

2 thoughts on “Kasus Phobia dan Modifikasi perilakunya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s