Garis  besar yang sangat penting diketahui dalam studi kasus klinis, maningger dan kawan-kawan (dalam korchin, 1976 : 140)

  1. Kondisi saat ini
  2. Penesuaian dalam kehidupan sehari – hari

Apa yang dilakukan klien dalam hidupnya (pekerjaan, sekolah,keluarga). Bagaimana ia berfungsi, dapatkahmelakukan secaraoptimumatau minimum.

  1. Perilaku sistomatik
    1. Dari segi klien (pandangan) apa yang mengganggunya. Simtom yang dialami saat ini.
    2. Dari segi pandangan orang lain yang dekat(keluarga atau teman kerja) perilakumanakah ang diangaap menyimpang yang ditunjukkan oleh  klien. Apa ang mengganggu mereka.
    3. Dari pandangan ahli klinis  yang sedang memeriksa, apakah ada tanda-tanda gangguan psikologis. Adakah gangguan pikiran atau kegagalan dalam menghadapikenataan (testing reality).apakah emosi negative tampak kuat,tidak terkendali atau menakitkan, kecemasan, depresi. Apakah Nampak konflik-konflik ang menkan, cara berpikir obsesif. Ketidakmampuan berfungsi secara spesifik,semisalobjek gagal untuk mengingat. Tidak mampu memecahkan masalah, tidak mampu berpikirkonkrit.
  1. Motivasi untuk penanganan prekonsepsikesehatan mental

Apa yang diharapkan klien dalamperawatan klinis, mengapa ia dating untuk penanganan hal tersebut.apa ang diharapkan dari hasilna,keringanan simtom, dapat berfungsi lebih efektif. Perubahan kepribadian, aitu adakah prubahan dalam menghadapi tekanan-tekanan eksternal?

Apa artimenjadi klien bagiorang tersbut. Bagaimana pandangannya terhadapsakit mental dan kesehatan mental. Apakah ada minat psikologis atau tertarik hal – hal psikologis.

  1. Penampilan dan perilaku secara klinis

Apakahnampak tanda-tanda anxious, curiga, tidak percaya. pada  orang  lain. Dapatkah diajak kerja  sama atau tanda –tanda bertahan dan menolak.

  1. Tanda- tanda pada kepribadian yang mencolok
  2. Gambaran biologis

Apakah klien Nampak sehat, sejarah medis yang ang dimiliki, tipe soma, penampakan fisik (dalam pemeriksaaan yang sifatnya medic psikiatrik, pemeriksaan medis diperlakukan, apalagi bila ada unsure gangguan psikofisik dan neorogis).

  1. Tempramen

Apakah klien Nampak bersemangat, Nampak lemah atau sakit. Apakh emosinyaterkendali atau impulsive. Apakah hidupna bersemangat. Kondisi emosi yang positif atau negative yang dominan. Apakah emosinya sesuai dengan umur dan lingkungan hidupnya. Bagaiman gaya hidupnya, dilihat dari ekspresikepribadian (apakah ia Nampak anggun berwibawah atau seenaknya sendiri). Sikapnya tenang,terbuka atau kompulsif.

  1. Karakteristik kepribadianna yang Nampak menolak

Bagaimana klienmenggambarkan dirisendiri. Bagaimana orang lain ang mengenalnya menggambarkan dirinya.

  1. Perilaku dalam hubungan dengan orang lain.

Bagaimana klien Nampak dari orang lain. Bagaimana nilai-nilai yang dianutna. Apakah ai disukai, dihargai dan dipercaya orang lain. Apa ang menjadi dasar hubungannya dengan oranglain. Teman (nkelompok ang dimiliki, banyak / sedikit, macam orang /kelompok. apakah ia terkucil. Disenangi orangatau suka berpartisipasi dengan orang lain.

  1. Dinamika dan struktu kepribadian
    1. Motif dan afek

Apa motif yang  pokokang disadari dan tidak disadari. Hubungan antar motif tersebut. Apa sumber dan cirri –ciri efeknya. Apa hubungan antara kecemasan dan sikap permusuhan (hostiles), hubungan antara perasaan bersalah dengan unsure lainnya. Apa yang dapat menenangkan hatinya. Apa fantasi dan harapan – harapan ang terbuka dan tidak kekemukakan.

  1. Prinsip moral, nilai sosial dan sikapnya

Bagaimana persepsiklien terhadap kehidupannya. Apakah klien memiliki hati nurani ang keras, kaku, mudah dipengaruhi, ataunampakmemiliki.apakah ide –idena cukupfleksibel, kekanak-kanakan dan harus dipenuhi.

  1. Fungsi egodan identitas diri
    1. Kekuatan ego, apakah perilakunya didorong oleh kemauan sendiri dan terkendali secara internal. Apakah dorongan – dorongan dapat diarahkan. Apakah iamemiliki tujuan yang bersifat objektifdan perspektif.
    2. Mekanismepenyesuaian diri dan mekanisme pertahanan.  bagaimana  defens ang Nampak. Apakah sejalan dengan penesuaian diri yang efektif dan positi.apakah sering menunjukkan defens primitive.
    3. Organism berfikir, control kognitif dan gaya berfikir. Bagaimana cara individu memecahkan persoalan secara kognitif (apakah mampu mengurangi unsure yang kompleks dan mampu menyederhanakan atau semakin rumit. Dapatkah ia menerima sesuatu yang tidak jelas. Dapatkah ia berfikirsecara luas atau terfokus secara sempit. Mampukah ia menunda sesuatu sebelum mengambil keputusan.
    4. Kecerdasan, kemampuan dan kompetensi. Apakah keterampilan yang dimiliki klien, bakat, hobi, kompetensi vokasional, dan sumber-sumberk kecerdasan.
    5. Identitas dan konsepdiri, bagaimana klien memandang diri sendiri. Bentuk / identitas diri yang bagaimana ang diinginkan terhadap dirinya. Bagaimana aspirasina.seberapatinggi nilaidirina. Apa dasarna.
  1. Unsure – unsure penentu sosial dan situasi saat ini
    1. Keanggotaan kelompokdan peran

Termasuk kelompok sosial apa klien tersebut.unsur – unsure apa yang dipandang penting untuk menunjukkab identitas dirina. Apa ang dipandang sebagaikelompok ang mendukung. Peran apa ang dipandang penting (sebagai seorang ang berilmu atau berpolitik). Adakah kecocokan antara peran sosial dan identitas dirinya. Apakah klien merasa memiliki karakteristik kelompk seperti anggota lainnya.

  1. Keluarga

Bagaimana hubungan klien dengan anggota keluarganna (suami, istri, anak,saudara). Bagaimana sistem dalam keluarga yang telah diterimadan dijalani.apakah sesuai dengan keluarga inti (sistem keluarga ang dasar).

  1. Pendidikan dan pekerjaan

Sejarah pendidikannya dan pekerjaan ang pernah dilakukan. Apakah ia belum merasa puas dengan ang dicapai dalam pendidikan sekolah atau pekerjaan. Kondisipekerjaan dan penghasilan. Apakahia dapatmenikamati waktu luang, bagaimana ia menggunakan waktu luang dan menalurkan hobinya.

  1. Ekologi sosial

Macam komunitas (fisik dan sosial) yang dimilikiklien.apakah ada sesuatu yang member rasa home atau sesuatu ang menyebabkan ia tidak betah dirumah. Apakah ia mengidentifikasikan kesejahteraan dirinya dengan tujuan ang diharapkan masarakatnya. Apakah ia berpartisipasi dalam kegiatanmasarakat. Apakah lingkungannya terlalu padat, bising, aman,atau kumuh. Apakah ia tinggal dekat pekerjaaannya. Aakah fasilitasnnya mendukung kebutuhannya.

  1. Stress yang pokok dan potensi koping

Adakah factor ang sangat menekan dalam kehidupan klien saat ini. Apakah ada masalahsosialang diatas kemampuan dirinya untuk diatasi. Apakah ada tuntutan yang berlebihan daripekerjaan, situasi sekolah, persaingan yang intensif, pekerjaan ang berlebihan dan waktu panjang dalam pekerjaan. Apakahtimbulnya hambatan dari hubungan interpersonal, perkawinan atau hubungan cinta. Dalam kondisi yang mana individu mampu mengurangi atau menghindari tekanan dengan usaha sendiri. Apakah tersediapendukungsosial dan personal.

  1. Perkembangan kepribadia

Bagaimana kepribadiannya telah terbentuk dan berkembang. Jawabnya berkaitan dengan pengalaman hidupnya. Analisis masa kecil, hubungannya dengan orang-orang terdekat temansebaya, orang tua.

Sejarah kehidupan sosial dan interpretasi melaluipengaruh orang – orang yang berhubungan dengan dirinya. Angpenting dcatata adalah hal – hal sangat penting dialamioleh klien pada saat ia mampu atau berhasil mencapai sesuatu dalam tugas perkembangannnya. Alternatifyang memungkinkannya. Bagaimana iamenghadapi pengalaman baru dan tantangannya. Dapatkah ia mencapai dan memiliki cara-cara yang memuaskan . dapatkah ia menjalankan peran baru.

  1. Formulasi kasus rekomendasidan prediksi
    1. Interpretasi sintetik kepribadian

Bagaimana kepribadian dapatdifahami. Tema yang dapat dipakaidalampeninjauan adalah : deskriptif, dinamis, structural dan genetic sebagai model yang dapatdigunakan untukmenggambar keseluruhan pribadi. Dalam konteks tersebut bagaimana gangguan psikologik klien dapat dimengerti. Apaperan fungsional simtom tersebutsecara ekonomis dalamkepribadian. Bagaimana keadaaan ini mampu mencegah timbulna disintegrasi anglebih besar,ang berupa keuntungan primer (primary gain). Apakah dengan simtom dan perilakuna ini klien mendapatkanreward dari patologina tersebut (secondary gain).

  1. Kesan diagnostiksecara keseluruhan

Dalam iistilah (standart) ang telah adaklen tergolong apa.apakah ada diagnostic psikiatris lainnya ang perlu diperhatikan.

  1. Disfungsi secara spesifik

Dalam istilah fungsi psiologis khusus apa ang ditemukan (assesmen). Dalamkondisi apa klien mampu berfungsi adekuat, dan didalam kondisi ang bagaimana ada bukti – bukti malfungsi. Sebagaicontoh adalah kesulitan bicara, ingatan (memori)yang terganggu, kesulitan berpikir abstrak, dorongan neorotik yang kuat, ang secara terpisah dapat digambarkan tanpa diagnostic formal.

  1. Rekomendasi dan prediksi
    1. Hasil ang diinginkan

Kondisi (kualitas) kepribadian atau situasi angmana yang perlu dirubahsebagai sarat untuk berfungsi lebih efektif dan lebih mengenakkan. Keperluan apa ang perlu dikembangkan untuk mendukung keperluan investasi.

  1. Kemungkinan untuk melakukan intervensi
    1. Bersifat lingkungan dan sosial

Dapatkah kondisi kehidupan klien dirubah sehingga mampu mengurangi stress dan mendukung  perkembangan. Sebagai misalperubahan lingkungan hidup, pindah sekolah atau pindah pekerjaaan. Dapatkah konseling dilakukan, dalam kaitan dengan orang – orangterdekat, orang tua atau orang –orang dekat ang dapat mempengaruhi perubahan klien.

Apakah perlu disarankan aktivitas baru yang dapatmenguntungkan, misalnakegiatan atau pertemuan dengan orang ang memiliki problem ang sama.

  1. Pskoterapi

Perlukah psikoterapidiperlukan, bentuk psikoterapi yang sesuai, berapa lama, apatujuanna.apakah perlu psikoterapi kelompok, individual atau keluarga? Perlu dibentuk intervensipsikologis ang lainnya, sebagai pelengkap psikoterapi, misalnya konseling pekerjaan, pendidikan, terapi pekerjaan, terapilainnya (musikataukegiatan lainnya)

  1. Bentukintervensi lainnya

Apakah perlu perawatan rumah sakit.perlukah menggunakan obat-obatan. Untuk tujuan apa. Apakah engaruh psikologis pengobatan.

Penggunaan terapibadan(elektro shock). Apakah juga diperlukan treatment lainnya, misalnya tidak mampu mendengar, gangguan bicara dan gangguan membaca.

  1. Tujuan kehidupanselanjutna

Malalui usaha intervensi atau tanpa intervensi apa yang dapat diharapkan dari kehidupan klien dimasa mendatang. Dengan menggunakan kemungkinan ang ada baik karakteristikatau kehidupan klien, bagaimana usaha-usaha intensifikasi maupun pengurangan dalam masalahnya. Konsekuensi langsung ang dapat diprediksi dari kejadian-kejadian yang dirancang untuksuatu perubahan. Apakah diperlukan bentuk  intervensi baik psikologi maupun sosial yang diperlukan untukmasa mandating.

Gambaran diatas adalah garis besar untuk membantu menyusun studi kasus, sebelum intervesi secara klinis secara sistemik dilakukan. Analisis kasus dapat berkembang dengan tambahan materi yang didapatkan dan muncul selama dilakukan psikoterapi, dilakukan dirumah sakit dan pemeriksaan lebih lanjut. Studi kasus melaporkan semua urutan (sequence) dari pertemuan dan pemeriksaan klinis dan hasil assesmen penuh dari kepribadian dengan menambahkan kategori –kategori ang diperlukan. Untuk selanjutna suatu rekomendasi dan prediksi seogyanya berorientasi pada masa depan ang memilikijangkau lebih jauh dari proses klinis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s