Pedoman diagnostic :

  1. Ekspresi emosi yang dibuat-buat (self dramatization), seperti bersandiwara (theatricality), yang dibesar-besarkan (exaggerated)
  2. Bersifat sugestif, mudah dipengaruhi oleh orang lain atau oleh keadaan
  3. Keadaan afektif yang dangkal dan labil
  4. Terus menerus mencari kegairahan (excitement), penghargaan (appreciation) dari orang lain, dan aktifitas dimana pasien menjadi perhatian
  5. Penampilan atau perilaku “merangsang” (seductive) yang tidak memadai.
  6. Terlalu peduli dengan daya tarik fisik

Untuk diagnosis dibutuhkan tiga dari diatas.

Assessment :

–          Observasi

–          Wawancara

–          Tes

–          Catatan medis

Treatment :

–          Reward and punishment untuk mengurangi rasa ingin diperhatikan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s