Pedoman diagnostik:

Gangguan kepribadian dengan cirri –ciri :

  1. Kepekaan berlebihan terhadap kegagalan dan penolakan
  2. Kecenderungan untuk tetap menyimpann dendam, misalnya menolak untuk memaafkan suatu penghinaan dan luka hati atau masalah kecil.
  3. Kecurigaan dan kecenderungan yang mendalam untuk mendistorsikan pengalaman dengan menyalah artikan tindakan orang lain yang netral atau bersahabat sebagai suatu sikap permusuhan atau penghinaa
  4. Perasaan bermusuhan dan ngotot tentang hak pribadi tanpa memperhatikan situasi yang ada (actual situation)
  5. Kecurigaan yang berulang, tanpa dasar (justification), tentang kesetiaan seksual dari pasangannya
  6. Kecenderungan untuk merasa penting secara berlebihan, yang bermanifestasi dalam sikap yang terlalu merujuk pada diri sendiri (self referential  attitude)
  7. Preokupasi dengan penjelasan-penjelasan yang bersekongkol dan tidak substantive dari suatu peristiwa, baik yang  menyangkut diri pasien sendiri maupun dunia pada umumnya.

Untuk diagnosis dibutuhkan paling sedikit tiga dari gejala diatas

Assessment :

  1. Observasi
  2. Tes
  3. Wawancara
  4. Catatan medis

Treatment :

  1. Membangun aliansi therapeutic  antara klien dan terapis
  2. Pemberian atmosfer yang kondusif untuk mengembangkan kepercayaan
  3. Kognitif therapy
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s