Posted in Health & Nutrition

Gangguan Skizotipal


Pedoman diagnostic :

  1. Afek yang tidak wajar atau menyempit “constricted” (individu yang tanpak dingin dan acuh tak acuh)
  2. Perilaku atau penampilan yang aneh, eksentrik, atau ganjil
  3. Hubungan sosia yang buruk dengan orang lain dan tendensi menarik diri dari pergaulan social
  4. Kepercayaan yang aneh atau pemikiran yang bersifat magic. Yang mempengaruhi perilaku dan tidak serasi dengan norma-norma dan budaya setempat.
  5. Kecurigaan dan ide-ide paranoid
  6. Pemikiran obsesif berulang – ulang yang tak terkendali seiring dengan isi yang bersifat “dysmorphophobic” (keyakinan tentang bentuk tubuh yang tidak normal / buruk dan tidak terlihat secara objektif oleh orang lain), seksual atau agresif.
  7. Persepsi panca indra yang tidak lazim termasuk mengenai tubuh (somatosensory) atau ilusi –ilusi lain, dipersonalisasi atau derealisasi.
  8. Pemikiran yang bersifat samar-samar (vague), berputar-putar  (sircumstantial) penuh kiasan (metamorphorical), sangat terperinci dan ruwet (overelaborate) atau stereotypic yang bermanifestasi dalam pembicaraan yang aneh atau cara lain tanpa inkoherensi yang jelas dan  nyata.
  9. Sewaktu – waktu ada episode menyerupai keadaan psikotik yang bersifat sementara dengan ilusi, halusinasi auditorik, atau lainnya yang bertubi-tubi, dan gagasan yang mirip waham, biasanya terjadi tanpa profokasi dari luar.
  • rubrik diagnostic ini tidak dianjurkan untuk digunakan secara umum karena tidak dibatasi secara tegas dengan skizofrenia simpleks atau dengan gangguan kepribadian schizoid atau paranoid
  • bila istilah ini digunakan untuk diagnostic, tiga atau empat gejala khas diatas harus sudah ada, secara terus menerus atau secara episodic, sedikitnya untuk 2 tahun lamanya.
  • Individu harus tidak pernah memenuhi criteria skizofrenia dalam stadium manapun
  • Suatu riwayat skizofrenia pada salah seorang anggota keluarga terdekat memberikan bobot tambahan untuk diagnosis ini, tetapi bukan merupakan suatu prasarat.

Assessment :

–          Observasi

–          Wawancara

–          Tes

–          Catatan medis

Treatment:

–          Obat – obat (haloperidol)

–          Pembelajaran social untuk mengurangi isolasi social

–          Treatment yang diberikan kepada penderita skizofrenia

Penulis:

HR Practitioner II Trainer II Hypnotherapist II Penggiat Warung Kopi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s