Posted in Bussiness

BAIK SUDAH MENJADI TIDAK BAIK


Di sebuah perusahaan yang besar yang berlokasi di Surabaya, disana terdapat beribu karyawan yang setiap harinya bekerja dari pagi sampai sore hari. Salah satu dari karyawan tersebut bernama pak Agung. Pak Agung sudah bekerja selama 8 tahun. Deperusahaan tersebut Pak Agung bekerja dengan baik, mengerjakan tugasnya dengan baik, kalau diperintah Dia selalu mengerjakan dengan baik, dan Pak Agung termasuk pekerja yang baik, Dia tidak pernah bolos kerja, selalu tepat waktu. Namun selama 8 tahun Pak Agung tidak pernah mengalami kenaikan pangkat/jabatan. Dia mulai awal sampai sekarang tetap bekerja di level yang sama. Pertanyaannya kenapa bisa seperti itu?

Cerita diatas adalah sedikit dari contoh realitas yang terjadi di masyarakat. Dulu waktu kita masih kecil selalu dinasihati oleh orang tua, guru, kakak, atau orang lain, kalau mengerjakan sesuatu harus dengan baik dan benarMulai kita bayi sampai kita besar pun kita selalu dinasihati untuk menjadi orang yang baik, menjadi anak yang baik kalau dirumah, menjadi murid yang baik kalau disekolah, menjadi santri yang baik kalau dipesantren, menjadi anak kos yang baik, dan menjadi orang yang baik kalau kita dimasyarakat, dan seterusnya. Pokoknya kita harus menjadi orang yang “BAIK”. Kan begitu?

Namun, banyak kejadian aneh yang terjadi sekitar kita. Banyak ditemui orang yang “baik – baik saja” tidak menjadi baik. Kalau di kantor atau di pabrik, orang yang mengerjakan pekerjaannya dengan baik, berkelakuan baik, dan seterusnya mereka malah tidak menjadi apa – apa atau karyawan yang biasa saja. Di masyarakat pun begitu, banyak ditemui orang yang berkelakuan baik, baik kepada tetangga, baik kepada sesame dan baik semuanya pun mereka tidak menjadi apa – apa, mereka menjadi masyarakat biasa. Masih banyak cerita yang lainnya, Seperti cerita di awal tadi.  Mungkin kita menjadi salah satu orang yang masuk kategori tersebut?

Lha dari sedikit cerita dan ulasan diatas menunjukkan bahwa kita “baik” saja tidak cukup. Tung Desem Waringin pernah berkata bahwa ketika kita merasa ”good” atau baik maka kita akan menjadi nyaman dan tidak akan memacu diri kita menjadi lebih baik. Kita akan terjebak pada perasaan nyaman dan akhirnya kita akan mati. Perumpamaannya seperti buah sudah masak yang tinggal menunggu waktu untuk menjadi busuk dan jatuh ketanah.

Seorang manajer pernah berkata bahwa ”sekarang ini, orang yang baik dalam pekerjaan akan menjadi orang yang biasa – biasa saja ketika dinilai. Makanya kalau Kita ingin mendapatkan nilai yang bagus maka kita harus menjadi orang yang luar biasa atau ”Outstanding” dalam bahasa maduranya.

Orang yang out standing akan menjadi orang yang berbeda dengan orang disekitarnya. Dia akan menjadi mercusuar yang akan terlihat dari kejauhan dan akan mendapatkan perhatian dari nahkoda kapal. Orang yang Outstanding akan mengerjakan suatu pekerjaan jauh diatas standar yang ada dan Dia akan mengerjakan pekerjaan sebaik mungkin. Orang tersebut akan dapat mencapai puncak karir dengan cepat bagaikan roket yang meluncur keangkasa. Oleh karena itu, semuanya kembali lagi kedalam diri kita, Kita akan menjadi orang yang ”baik” atau ”Luar Biasa” Itu kembali kedalam diri kita sendiri.

Semoga Tulisan singkat ini bermanfaat dan memberi inspirasi dalam hidup Kita.

Salam Sukses.

Tizar Rahmawan

Penulis:

HR Practitioner II Trainer II Hypnotherapist II Penggiat Warung Kopi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s