Tahun ini (1435 Hijriyah), entah sudah berapa kali kita sudah melewati bulan Ramadhan. Bulan yang melimpah ruah berbagai pahala yang akan diberikan kepada orang yang beribadah dibulan tersebut. dan itu yang selalu didengung2 kan oleh semua orang, mulai dari para kyai, ustadz, ibu rumah tangga sampai para PS* diDolly yang merelakan mereka “libur” pada bulan ini.
Bulan ini adalah bulan yang sangat ditunggu oleh hampir seluruh umt Islam (Atau yg mengaku “KTP” Islam), bulan dimaka bersuka cita dengan motifnya masing-masing. mulai dari Para pejabat yang mengharap banyak acar buka bersma dan parcel dari berbgi macam arah (meskipun sudah dilarang), Para pedagang yang lebih semangat berdagang karena masyarakatnya bertambah rakus dan membeli apa saja yang ada ddpan mata seolah2 merek tidak makan selama berhari2. Para karyawan entah itu pegawai negeri atau pegawai swasta karena mendambakan THR (yang mungkin hanya ada di Indonesia tercinta ini) yang terkadang bermasalah. Para pengemis yang mengibah dengan wajah melasnya mengharapkan uang recehan meskipun mereka ngemis sambil pegang hape android terbaru. sampai pada orang2 yang benar2 tulus meningkatkan intensitas ibadahnya. sungguh bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan.
Waktu sebelum memasuki bulan Ramadhan sampai kita masuk bulan ramadhan ini kita selalu diingatkan untuk beribadah, entah itu puasa di sianghari sampai dengan teraweh dimalam hari. kita selalu diingatkan terus menerus. tapi ingatkah kita akan esensi bulan ramadhan itu sendiri? atau tugas sesungguhnya untuk kita, tugas yg diperintahkan lngsung oleh Allh SWT? seperti dalam sabdaNya :
“Hai orang2 yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang2 sebelum kamu agar kalian bertaqwa” (QS.2 ayat 183).

Kita semua pasti sangat hafal dengat ayat ini. namun kita tidak akan membahas tafsir ttg ayat tersebut. kita akan menggambar tentng realita yg terjadi di masyrakat saja. seperti judul dalam tulisan ini..

bersambung….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s