url

Sudah sangat lama sekali saya tidak menulis dalam blog ini lagi. kangen juga juga rasanya bisa menulis kembali.meskipun sekedar corat coret. kali ini sedikit share tentang obrolan dengan seorang teman yang baru menempati posisi baru diperusahaanya yang baru.

sedikit gambaran, teman saya ini seorang teknisi, spesialisasi listrik dan elektronika. teman saya ini usianya hampir sama dengan saya kisaran angka 25th an. berbadan kecil namun cekatan dan suka merokok. Pengalaman saya bertemu dengan dia ketika waktu itu saya masih bekerja disebuah yarn manufacture di sidoarjo. saya waktu itu masih sebagai staff HRD bagian Recruitment dan seleksi.

Perjumaan saya dengan dia ketika diperusahaan saya sedang membutuhkan seorang operator di departemen Utility. karena saya ada beberapa database pelamar, tak terlalu kesulitan untuk mendapatkan berkas lamaran dan singkat cerita akhirnya dipanggil dan diinterview. waktu interview itu saya baru tahu kalau dia sebenarnya seorang sarjana Teknik, namun melamar pekerjaan dengan ijazah SMK nya. saya juga heran sebenarnya. namun karena kebutuhan dan deal dengan salary yang ditawarkan akhirnya dia diterima diperusahaan. sebagai seorang operator utility. Dari situlah saya tahu tentang cara fikir dan cara kerja dia.

Hampir satu tahun berlalu akhirnya saya keluar dari perusahaan tersebut dan lama berjumpa akhirnya saya dapat informasi jika dia juga keluar dari perusahaan dan sekarang bekerja diperusahaan lain yang lebih besar dan posisinya bukan lagi menjadi operator, namun sudah menjadi seorang supervisor dan menghandle project2 tertentu. Saya penasaran kenapa dia bisa melompat dari seorang Operator langsung menjadi supervisor diperusahaannya yang baru.

Akhirnya hari ini saya bisa bertemu dan ngobrol diwarung kopi, meskipun udah berkali2 janjian tapi belum kesampean. Dari obrolan tadi akhir saya baru tahu bagaimana dia bisa menjadi posisi yang sekarang. Faktor utama yang daat saya simpulkan bagaimana dia bisa menjadi yang sekarang, meskipun baru seorang supervisor, adalah dimanapun dia bekerja selalu ingin belajar tentang ilmu2 yang ada diperusahaannya dan tidak hanya sekedar mengerjakan pekerjaan tersebut.

Rasa ingin belajar yang tinggi inilah yang mendorong dia untuk selalu mencatat hal2 yang dia kerjakan dan memelajari hal baru jika dia sedang memiliki waktu senggang dipekerjaannya. Mulai pengalaman dia bekerja diperusahaan pertamanya dia selalu mencatat apa saja perbaikan dan modifikasi yang dilakukan oleh timnya. hal itu memudahkan dia untuk belajar dan memahami pekerjaanya dengan baik. Dengan catatan tersebut dia berkembang lebih cepat dari pada teman seangkatannya dan dengan cepat dia naik dari seorang operator menjadi seorang tim leader. karena sebuah hal akhirnya dia haru resign dari perusahaan sebelumnya dan pindah keperusahaan yang baru.

Faktor kedua adalah dia tidak malu untuk bertanya. dia sering mengajak ngobrol orang2 saat istirahat atau diskusi dengan atasannya saat jam kerja selesai. dari situ dia memiliki wawasan lebih yang tidak didapatkan orang lain atau waktu jam kerja. tidak hanya dengan atasannya tapi juga dengan orang lain yang lebih memahami suatu masalah atau mesin tertentu. Jadi selain menambah pengetahuan juga memiliki banyak relasi tambahan diluar kerjaan dia.

Faktor ketiga adalah dia memiliki pimpinan atau manager yang mengarahkan dia untuk terus belajar dan berkembang. jadi pimpinan dia diperusahaan yang lama mengajarkan bagaimana jika kita bekerja tidak hanya bekerja tapi terus belajar dan berkembang. Jadi bagi para pemimpin entah itu leader, superisor atau manager perlu diingat bahwa peran Anda sangatlah besar untuk mendorong anak buah Anda menjadi lebih baik lagi.

Jadi faktor2 tersebutlah yang mendorong dia untuk terus maju dan berkembang. Rencananya juga dia akan melanjutkan pendidikan kejenjang Master (S2) tahun ini. Mungkin Anda berfikir itu kan teman saya, bukan Anda atau teman Anda. Jika Kita lihat faktor2 diatas tentunya kita semua memili foktor tersebut karena tidak ada yang spesial.jadi kita semua pasti bisa menjadi lebih baik.

Namun, Seperti kata dia juga. tidak semua orang mau untuk belajar apalagi untuk berkembang. Banyak dari para pekerja/buruh yang hanya melakukan pekerjaannya saja tanpa berfikir secara mendalam apa yang sedang dia kerjakan. Boro2 mencatat pekerjaannya. mengingatnya saja udah males.

Bagi orang2 yang mau berkembang, belajar itu tidak hanya didalam ruang kelas, tapi dimanapun dan kapanpun. seperti kata pepatah mengatakan, dimanapun tempat itu sekolah, dan siapapun itu adalah seorang guru. jadi merugilah orang2 yang tidak mau belajar dan berkembang. hanya merasa sudah cukup dengan kehidupannya yang sekarang.  Sebuah hadits menyebutkan, Beruntunglah orang yang hari ini lebih baik dari pada hari kemaren, dan merugilah orang yang hari ini sama dengan hari kemaren dan bangkrutlah orang yang hari ini lebih buruk daripada hari kemaren.

Semoga sedikti oretan ini bermanfaat dan Jayalah SDM Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s