Posted in Bussiness, Human Capital

Disiplin Eksekusi, Kunci Pencapaian Target


disiplin eksekusi
disiplin eksekusi

“Jika anda melihat beberapa perusahaan yang sukses di luar sana, mereka bukan saja memiliki perencanaan strategi yang baik, tetapi mereka adalah perusahaan yang gigih dalam penerapan atau pelaksanaan sesuatu.” Kevin Rollins, Ex CEO Dell Computers

Bagi rekan2 HRD atau yang lain anda pernah mereview berapa persen jumlah target yang tercapai dalam tahun kemaren? Atau bahkan anda pernah mereview pencapaian target sampai lima tahun kebelakang? Kira2 berapa persen pencapaian dari target Departemen Anda. Target tercapai 100%, 80%, 60%, atau dibawah 50% dari total target tahunan anda?. Jika pencapaian Anda konsisten 100% dari target anda, berarti selamat anda berhasil. Tapi jika target anda rata2 dibawah 80% sepertinya ada yang perlu anda review dan gali kembali kira2 akar penyebabnya apa.

Perlu diingat disini bahwa hasil yang anda peroleh dipengaruhi hari ini dipengaruhi oleh dua hal. Pertama, hal – hal yang bisa anda kendalikan, kedua, hal – hal yang tidak bisa anda kendalikan. Dalam sebuah kegiatan ada dua hal yang sangat bisa anda kendalikan yaitu perencanaan dan pelaksanaan/eksekusi. Perencanaan disini adalah hal – hal yang anda akan anda lakukan untuk mencapai sesuatu yang anda inginkan. Sedangkan eksekusi adalah bagaimana anda melakukan hal – hal yang sudah anda rencanakan.

Menurut pengalaman Anda, mana yang lebih sulit, membuat perencanaan (the plan?) atau eksekusi dari rencana yang anda buat (the execution?).

Dari sebuah penelitian menunjukkan bahwa 7 dari 10 perencanaan strategi gagal dalam eksekusinya. (Chris Zook, Profit from the Core, 2001). Jadi banyak organisasi yang tetap gagal dalam mencapai tujuannya meskipun memiliki perencanaan strategis yang matang. Kalau menurut Ram Charan, seorang Profesor dari Harvard Business School mengatakan “Itu tidak dikarenakan perusahaan tersebut kurang pandai atau memiliki visi yang kurang baik, tetapi sederhana saja, masalahnya adalah masalah eksekusi atau pelaksanaannya. Memang sangat sederhana sebetulnya masalah-masalah yang ditemukan: Seperti tugas-tugas yang tidak dilaksanakan, tidak mampu membuat keputusan, ketidakmampuan menjalankan komitmen yang telah di buat”.

Mungkin anda juga merasakan seperti yang disebutkan oleh Ram Charan, memiliki segudang perencanaan tapi tidak banyak yang dihasilkan diakhir tahun. Dan penyebab dari kegagalan kita dalam mencapai target adalah kekurang mampuan kita dalam melakukan eksekusi dalam perencanaan yang kita bangun. Beberapa hal yang menyebabkan seseorang tidak mampu dalam melakukan eksekusi antara lain :

  1. Orang-orang tidak tahu tujuan atau Goal yang ingin dicapai.
  2. Orang-orang tidak mengerti apa yang harus dilakukan untuk mencapai goal tersebut.
  3. Orang-orang tidak memiliki tolak ukur (indicator seberapa jauh tujuan telah dicapai selama proses).
  4. Orang orang yang terlibat dalam proses pencapaiana tujuan tidak bertanggung-jawab atas perkembangan dari goal yang mereka mau capai.

Dari beberapa penyebab diatas, mayoritas disebabkan karena ketidaktahuan tentang apa target organisasi mereka, bagaimana mencapainya, bagaimana mengukurnya sampai bagaimana mengevaluasi pencapaian. Saya jadi teringat sebuah cerita waktu saya ikut sebuah sharing tentang 4DX di Surabaya akhir Februari kemaren. Ceritanya seperti ini..

“Disebuah forum sharing tentang goal organisasi, dari seluruh audient yang hadir, hanya separoh orang yang mendengarkan. Dari separoh yang mendengarkan, hanya separoh yang mengerti goal sebenarnya dari perusahaan. Dari separoh yang mengerti hanya separoh yang mengerti indikator pencapaiannya. Dari separoh yang mengerti indikator targetnya, hanya sebagian kecil yang dapat mengimplementasikan di keseharian pekerjaannya untuk mencapai goal sebuah organisasi. “

Sungguh miris, tapi mungkin itulah realitas yang ada, mungkin anda sebagian tidak percaya. Tapi silahkan dicek kembali diseluruh anggota tim diperusahaan anda. So pertanyaan selanjutnya adalah what’s next? Apa yang mesti kita lakukan, agar bisa mencapai target organisasi kita. Dari sharing yang kemaren saya ikuti, sepertinya kita perlu menoleh pada sebuah gagasan tentang eksekusi yang dikenal dengan konsep 4 Discipline Execution (4DX). Eksekusi dikonsep ini haru memiliki disiplin yang harus dilakukan untuk mencapai targetnya.

Pertama, Fokus Pada Wildly Important Goal(WIGs), Setiap orang dalam tim haruslah mengerti dengan jelas akan prioritas-prioritas utama yang akan membawa kesuksesan dan membuat komitmen terhadapnya. Wildly Important Goal adalah hal yang harus diutamakan atau dicapai, sebab jika tidak, goal lainnya tidak ada artinya lagi.

Kedua, Bertindak Pada Lead Measure, Setiap orang harus tahu dan memiliki komitmen terhadap sedikitnya aktivitas pekerjaan “80/20” yang akan memberikan dampak yang terbesar. Setelah itu, dengan menggunakan lead measure, setiap orang dapat mengukur kemajuan pencapaian kinerja mereka.

Ketiga, Membuat Scoreboard Yang Memotivasi, Dengan adanya scoreboard, setiap orang bisa melihat kemajuan pencapaian tujuan mereka setiap waktu. Dengan scoreboard mereka bisa mengukur ketika mereka sedang menang ataupun kalah. Scoreboard ini akan memotivasi orang untuk menang.

Keempat, Ciptakan Irama Akuntabilitas, Setiap orang melaporkan secara teratur dan berkala mengenai perkembangan pencapaian goal/tujuan.

Jika keempat disiplin itu dijalankan dan dilakukan secara berkelanjutkan, maka akan semakin mudah dalam melakukan pencapaian hasil. Jika ada kesempatan dilain waktu, akan dilanjutkan sharing tentang 4DX lebih detail. Semoga kita semua semakin maju dan menjadi lebih baik lagi. Majulah SDM Indonesia.

Sumber :

Charan,R.,Colvin,G., “Why CEOs Fail

http://4disiplineksekusi.blogspot.com/

Stephen R. Covey.2012. The 4 Disciplines of Execution. The Secret To Getting Things Done, On Time, With Excellence. Franklin Covey Publishing.

Penulis:

HR Practitioner II Trainer II Hypnotherapist II Penggiat Warung Kopi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s